Categories
News

One Stop Building Solution di Indobuildtech Expo Bali

Indobuildtech Expo Bali 2016 menyediakan solusi kebutuhan material dan teknologi bangunan kepada masyarakat luas di kawasan Bali dan sekitarnya, serta para pengunjung pulau Bali. Tidak hanya itu, pemeran ini juga membuka peluang kerja sama bisnis antara pelaku usaha material dan bahan bangunan dari mancanegara dengan mitra dalam negeri untuk mendorong peningkatan kemitraan bisnis kawasan regional serta internasional. Acara seri pertama dari rangkaian Indobuildtech Expo 2016 ini, diadakan di 4 kota berbeda yaitu Bali, Surabaya (Grand City 6-10 April 2016), Jakarta 25-29 Mei 2016 yang digelar di ICE BSD City, dan Bandung (Graha Manggala Siliwangi 12-16 Oktober 2016). Indobuildtech Expo Bali 2016 One Stop Building Solution di Indobuildtech Expo Bali 2016 menyuguhkan semua informasi terbaru mengenai produk-produk atau jasa mutakhir soal bahan bangunan, teknologi bangunan, dan dekorasi interior bangunan. Acara ini diselenggarakan di Sanur Paradise Hotel Bali pada 2 – 6 Maret 2016.

PT Debindo-ITE sebagai penyelenggara acara, melalui presiden direkturnya, Ef Setiabudi, menjelaskan bahwa Indobuildtech Expo Bali 2016 hadir sebagai “One Stop Building Solution”. Pameran ini menawarkan solusi kebutuhan material dan teknologi bangunan dengan aneka ragam produk mutakhir yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek konstruksi, properti dan infrastruktur termasuk untuk pekerjaan renovasi bangunan rumah hunian maupun niaga. Pengunjung dapat memanfaatkan layanan konsultasi desain dan arsitektur di stand Himpunan Designer Interior Indonesia.

Tidak hanya menyuguhkan info terbaru mengenai produk atau jasa mutakhir bahan bangunan, Indobuildtech Expo Bali 2016 juga menghadirkan layanan konsultasi desain dan arsitektur. (HDII) Bali-NTB, dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) guna memperoleh berbagai informasi dan tips aplikasi desain. Event tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan dan harapan konsumen perusahaan, profesional maupun perorangan yang dapat mendorong gerak majunya industri konstruksi, jasa arsitektur, dan sektor-sektor terkait lainnya di Indonesia. Acara yang diadakan di Sanur Paradise Hotel Bali ini diikuti oleh 40 perusahaan yang masing-masing menampilkan aneka brand dan varian produk terbaru. Para peserta pameran yang terdiri dari manufactur, distributor, sole agent dan supplier aneka ragam produk material dan teknologi bangunan yang siap melayani berbagai kebutuhan kalangan pebisnis bidang arsitektur.

Acara ini di Sponsori oleh PT Rajawali Indo Utama Selaku supplier jual genset jakarta yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang jual beli genset di Indonesia

Categories
News

NEGOSIASI BERLIKUDI TAMBULIAN

D RAMA puluh warga negara Indone sia oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf belum usai. Hing ga Jumat pekan lalu, mereka penyanderaan se- – – masih disembunyikan di wilayah yang dikuasai pemberontak Filipina itu. Negosiasi terus berlangsung. Kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintah memilih menempuh upaya negosiasi untuk membebaskan mereka. “Penyelesaiannya dengan soft diplomacy,” ujar Pramono. Sepuluh sandera itu merupakan awak kapal Brahma 12 dan tongkang Anand 12 yang diculik Abu Sayyaf di perairan Tambulian, lepas pantai Pulau Tapul, Kepulauan Sulu, sejak Sabtu empat pekan lalu. Wilayah itu berbatasan dengan perairan Indonesia di kawasan dekat Ambalat, juga dengan perairan Malaysia dari titik Kota Tawau. Brahma 12 dan Anand 12 membawa 7.500 metrik ton batu bara milik PT Antang Gunung Meratus dari pelabuhan khusus di Sungai Puting, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Pada 11 Maret lalu, kedua kapal melintasi Sungai Barito dan melego jangkar di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, menunggu surat izin. Setelah izin terbit pada 15 Maret, pukul 23.00, kapal berlayar menuju Pelabuhan Batangas, Luzon, Filipina. Biasanya pelayaran ini perlu waktu sebulan. Seiring dengan negosiasi itu, Indonesia menyiapkan pasukan elite dari berbagai kesatuan Tentara Nasional Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara. Namun, diamdiam, TNI juga menempatkan tim elite Komando Pasukan Khusus di luar Tarakan. Demi menjaga rahasia operasi, Panglima TNI Gatot Nurmantyo tak menyebut lokasi itu. “Tim ini stand by di tempat lain,” kata Gatot. Seorang pejabat yang mengetahui penyiapan pasukan itu mengatakan tim elite tersebut masuk ke wilayah Filipina sejak Senin dua pekan lalu, dalam koordinasi tentara nasional Filipina. Ini merupakan buah lobi-lobi pemerintah Indonesia dengan Filipina. Mereka terdiri atas beberapa regu dari kesatuan elite tentara yang terlatih menghadapi teror. Kini mereka menempati sejumlah bungalo di wilayah Filipina. Mereka tidak boleh meninggalkan lokasi tanpa izin tentara Filipina. “Segala kebutuhan logistik, seperti makan dan minum, dipasok oleh tentara Filipina,” ujarnya. Sebelumnya, sebagai bagian dari negosiasi penyelamatan sandera, pemerintah Indonesia juga mendekati narapidana kasus terorisme, Umar Patek, yang kini mendekam di penjara Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Inisiatif melibatkan Umar Patek ini datang dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Kepala BNPT Tito Karnavian mengakui secara terbuka niat melibatkan Umar Patek ini. “Kami menawarkan, bisa jadi salah satu opsi,” kata Tito. Tempo berusaha menemui Umar, tapi ia tidak boleh dikunjungi. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya di Porong, Prasetyo, enggan berbicara ihwal Umar. “Maaf, Mas, saya tidak bisa berkomentar,” ujarnya.

Sejarah kedekatan Umar dengan pemimpin Abu Sayyaf yang mendorong Tito memasukkannya sebagai salah satu opsi. Namun Umar batal dilibatkan karena minta kompensasi pengurangan hukuman 10 tahun. Ia dijatuhi hukuman penjara 20 tahun akibat keterlibatannya dalam terorisme pada 2012. Sejak bom Bali 2002, Umar menjadi buron, dan ditangkap di Pakistan pada 2011. Seorang bekas petinggi Jamaah Islamiyah menyatakan Umar ahli merakit bom. Bom yang mengguncang Bali pada 2002 itu adalah hasil rakitannya. Selama menjadi buron, Umar antara lain sering tinggal bersama kelompok Abu Sayyaf. Dia sempat diketahui melatih pasukan Abu Sayyaf membuat bom dan amunisi. “Umar tinggal di wilayah yang dikuasai Abu Sayyaf dan dekat dengan pemimpin,” kata bekas narapidana kasus terorisme itu