Categories
Uncategorized

Mengapa Water Birth Tak Dianjurkan Bag2

Namun, bila pembukaan sudah memasuki tahap 4, sebaiknya Mama menyiapkan diri untuk melakukan persalinan sesuai prosedur medis untuk mendapatkan penanganan optimal. Tentang rasa sakit yang dirasakan oleh mamil menjelang proses melahirkan, menurut Rudi, hal itu merupakan sebuah hukum alam yang tak dapat ditolak.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Rasa sakit selama kontraksi merupakan hasil dari usaha rahim untuk mendorong bayi menuju jalan lahir. Saat pembukaan sudah lengkap pun, rasa sakit karena kontraksi juga menjadi tanda bagi Mama kapan harus mengejan. Dengan demikian, rasa sakit tersebut sebenarnya “menguntungkan”.

Tak Dianjurkan

Rudi menyarankan para mamil untuk memikirkan kembali risiko yang mungkin dihadapi saat melakukan persalinan dalam air. Jangan sampai hanya karena takut merasa sakit, Mama jadi mengorbankan kesehatan diri dan buah hati. Hasil studi yang tercantum dalam jurnal Pediatric menunjukkan, meski water birth mungkin saja memberikan manfaat untuk Mama, persalinan dalam air memiliki risiko besar bagi bayi.

Sekitar 12% bayi dengan kelahiran water birth harus di rawat di NICU akibat masalah pernapasan. Bahkan, ditemukan pula kasus bayi meninggal akibat tenggelam dan menghirup air kolam. Di Indonesia sendiri, pada 2013 terjadi kasus bayi meninggal setelah dilahirkan dengan cara water birth. Sejak kejadian tersebut, beberapa tempat bersalin tak lagi menyediakan fasilitas persalinan dalam air. Walau beberapa tempat mungkin saja masih menyediakan metode ini, sebaiknya Mama melakukan pertimbangan matang bila memiliki keinginan untuk melakukan persalinan dalam air.

Bahkan, sejak 2011, Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tak merekomendasikan water birth sebagai metode dalam persalinan. Tak hanya itu, menurut pedoman yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics and American College of Obstetricians and Gynaecologists, para mamil seharusnya tidak ditawarkan untuk melakukan persalinan dalam air. Pasalnya, tidak ada bukti medis kalau persalinan tersebut memberikan manfaat, baik bagi mama maupun janin.

Selain bisa memicu timbulnya banyak risiko, berkurangnya penyedia jasa water birth juga disebabkan biaya fasilitas yang sangat mahal. Bila mengacu pada standar keamanan, tempat bersalin harus menyediakan ruang bersalin yang besar, kolam dengan penghangat air, memastikan air tetap steril, penghangat ruangan, serta tenaga medis yang berpengalaman untuk melakukannya. Untuk bisa mewujudkannya, diperlukan biaya 3-5 kali lebih besar ketimbang persalinan sesar. Bila tak mengacu pada standar tersebut, maka keselamatan Mama dan janinlah yang dipertaruhkan. Nah, siapa yang masih ingin melahirkan dalam air? Pelajari baik-baik lebih dahulu risi konya, deh!

Sumber : pascal-edu.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *