Categories
News

Laporan Utama – Saat Tepat Gunakan Mobil Niaga Part 5

Laporan Utama – Saat Tepat Gunakan Mobil Niaga Part 5


Dari sini perlahan customernya terus bertambah. Kebanyakan konsumennya adalah orang yang melakukan pindah rumah, pengiriman barang, dan pengusaha penyewaan mobil boks lain yang memerlukan tambahan armada untuk memenuhi permintaan. Dalam menjalankan usaha ini ia memberikan pilihan cara penyewaannya, berdasarkan ritasi (sekali jalan), harian, mingguan, atau bulanan. Bila penyewa memilih berdasarkan ritasi, biaya bahan bakar, tol, dan parkir ditanggung Jekson. Namun, untuk penyewaan harian, mingguan, dan bulanan, kebutuhan biaya bahan bakar, tol, dan parkir ditanggung penyewa. Dari berbagai cara penyewaan itu, permintaan terbanyak adalah cara ritasi.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Perbandingannya kira-kira 70% ritasi, 20% harian, dan 10% mingguan atau bulanan. Menurut Jekson dalam usaha penyewaan mobil boks, biaya yang dikeluarkan untuk sopir, solarbensin, tol, dan parkir bisa mencapai 50% dari biaya sewa berdasarkan ritasi. Dari usaha ini dalam sebulan Jekson mengaku memperoleh pendapatan Rp 60 juta – Rp 140 juta. Dari pendapatan itu, ia mendapatkan keuntungan bersih 10%- nya. Keuntungan bersih ini masih kecil lantaran ia masih menanggung angsuran kredit untuk beberapa mobil miliknya. Sampai saat ini Jekson masih menyewa lahan yang difungsikan sebagai pool. Karena itu ia perlu biaya tambahan untuk keamanan armadanya. “Kita harus berkomunikasi yang baik dengan lingkungan. Kita jangan segan-segan ngeluarin biaya. Biarpun biaya itu cuma sekadar untuk kopi, ngobrol, tatap muka, tegur sapa, nilainya lebih berharga daripada kita maunya mobil aman dengan biaya yang macam-macam,” ujarnya.

Begitu pentingnya peran kendaraan niaga dirasakan pula oleh Ciok kontraktor pertamanan di Tangerang, Jawa Barat. Soal merek, dia tidak begitu memedulikan. Yang terpenting adalah unjuk kerja mobil usaha yang dimiliki. Armada harus irit dan tangguh. Asal tahu saja, setiap hari Ciok mengirim tanaman dalam jumlah ribuan. Ciok mengaku, paling jauh mengirim tanaman hingga ke Tanjung Siapiapi, Palembang. Waktu itu mengirim jenis tanaman tabebuiya, ketapang kencana dan pohon kurma. Pengiriman jarak juh lainnya yaitu ke Lampung di Hotel Emercia. Untuk keperluan pengiriman jarak jauh seperti itu, alat transportasi sangat penting bagi pengusaha tanaman seperti Ciok. Jenis kendaraan yaitu truk engkel Mitsubishi. Menurutnya kendaraan tersebut bandel, kapasitas banyak serta irit bahan bakar.

Kendaraan tersebut setiap hari beroperasi. “Kalau tidak mengirim barang, ya … untuk mengambil barang dari supplier,” tuturnya. Dari bisnis pengantaran tanaman tersebut, Ciok mampu meraup omzet hingga Rp 120 juta – Rp150 juta bulan dengan margin bersih sebesar 30 – 40%. Jadi, pilihlah mobil niaga secara tepat, agar untung kita berlipat-lipat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *