Categories
News

Bank Mandiri Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

[JAKARTA] PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi sebesar Rp 3 triliun dengan bunga tetap 8,50% per tahun dan bertenor lima tahun. Hasil dari PUB obligasi tersebut akan digunakan untuk ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha perseroan. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/9), Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, perseroan mengajukan informasi tambahan dalam rangka PUB I Bank Mandiri dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 14 triliun, bahwa perseroan akan menerbitkan dan menawarkan PUB I Bank Mandiri Tahap III 2018 (obligasi) sebesar Rp 3 triliun.

Dalam rangka PUB tersebut, perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I 2016 sebesar Rp 5 triliun. Kemudian menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tahap II 2017 dengan jumlah pokok sebesar Rp 6 triliun. Adapun tanggal efektif obligasi tersebut pada 22 September 2016 dengan masa penawaran umum pada 17­18 September 2018. Untuk tanggal penjatahan pada 19 September 2018, tanggal distribusi elekronik di KSEI pada 21 September, dan pencatatan di BEI pada 24 September 2018. Sementara itu, penjamin emisi obligasi Bank Mandiri adalah PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Kemudian, wali amanat dari emisi obligasi tersebut adalah PT Bank Permata Tbk. Tumbuh 15% Sementara itu, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan, penyaluran kredit perseroan sampai dengan Juli sebesar Rp 668,32 triliun atau tumbuh 11,32% (yoy). Pertumbuhan tersebut didorong dari segmen kredit korporasi dan konsumer.

Hal tersebut karena perseroan mengubah fokus penyaluran kredit dari yang berisiko tinggi ke berisiko rendah, seperti korporasi besar dan konsumer. Adapun untuk kredit korporasi semester kedua diperkirakan bisa tumbuh 15% (yoy). “Ini karena kami mengubah segmen kredit dari berisiko menjadi risiko rendah, seperti large corporate dan konsumer,” ungkap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *