Categories
News

Agustus Terjadi Deflasi 0,02 Persen

Badan Pusat Statistik mengumumkan terjadi de?asi sebesar 0,02 persen pada Agustus 2016. Ini terjadi karena ada penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran. ”De?asi ini terendah sejak Agustus 2001,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, Kamis pekan lalu.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seusai Idul Fitri antara lain daging ayam ras, wortel, tomat sayur, jeruk, bawang merah, beras, daging sapi, bayam, apel, pepaya, tomat buah, bawang putih, dan gula pasir.

Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai merah, cabai rawit, perhiasan emas, kentang, minyak goreng, mi, nasi dengan lauk, air kemasan, dan rokok kretek flter. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo optimistis sumbangan de?asi bulan ini membuat in?asi akan lebih terkendali. ”In?asi akan berada di bawah 4 persen selama 2016,” kata Agus, Selasa pekan lalu.

Categories
Parenting

Menjadi Orangtua Kompak

Menjadi orangtua kompak bagi anak yang besar di era digital, tentunya susah-sudah gampang. Kalau enggak sering-sering update pasti kita akan tertinggal jauh. Contohnya, yang baru-baru saja membuat heboh di media sosial adalah kabar narkoba bentuk baru, yaitu I Doser. Banyak dari kita merasa ngeri dibuatnya. Sebagian lagi mencari tahu aplikasinya. Namun, jarang yang mendapat kesempatan untuk mendengar penjelasannya langsung dari pakar kesehatan.

Baca juga : kerja di Jerman

Untuk itu, nakita bersama Tulip Cipta Kreasi pada 19 Maret lalu menggelar parenting class untuk membahas mengenai I Doser. Kelas yang bertempat di Gedung UMH Thamrin, Jakarta Pusat ini juga membahas topik lainnya, yaitu “Makanan yang Baik untuk Pertumbuhan Buah Hati”, “Mengenalkan Pendidikan Gender pada Anak Laki-laki dan Perempuan”, serta “Deteksi Dini Kelainan Tulang pada Balita”. TENTANG I DOSER Jadi, apakah benar I Doser bisa membuat ketergantungan seperti halnya narkoba? Dokter Gina Anindyajati sebagai pembicara pertama menjelaskan, “Musik apa pun, seperti musik klasik, dangdut, atau langgam Jawa, kalau didengarkan lama-lama dan khusyuk bisa memengaruhi suasana perasaan. Awalnya manggut-manggut, lama-lama tidur, deh.

Begitu pula musik I Doser yang sebetulnya merupakan jenis binaural beats. Musik selama 30-40 menit ini harus didengarkan dengan menggunakan head set supaya benar-benar fokus. Pada binaural beats, nada yang diperdengarkan di telinga kanan dan kiri sengaja dibedakan panjang gelombangnya. Misalnya, telinga kanan mendapat gelombang suara berkekuatan 100 Hertz, sedangkan telinga kiri 120 Hertz. Akibatnya, di otak terjadi pemrosesan selisih gelombang.

Nah, selisih 20 Hertz itulah yang menancap dan diproses di otak sehingga katanya bisa memengaruhi mental atau mood seseorang, menghilangkan rasa sakit, bahkan mengubah persepsi. Namun, apa, iya, sih benar begitu? Secara ilmiah aplikasi ini diciptakan hanya untuk mengubah suasana perasaan seseorang yang proses bekerjanya melalui gelombang di otak. Umumnya kita mengenal ada lima gelombang di otak yaitu delta, teta, alfa, beta, gama. Di I Doser, suara yang dihasilkan bisa dipilih agar otak menghasilkan gelombang-gelombang yang dikehendaki.

Sumber : https://ausbildung.co.id/