Categories
News

Live Painting Atau Metaekologi Kedua Bag4

Ia melaburkan cat ke tubuh dan kanvas yang dibawa penari lain, dengan gerak yang tetap lamban. Ketika tiga penari lelaki mulai muncul di atas permukaan limas, Sardono masuk membawa kaleng berisi cat. Lalu sebuah siraman ke kanvas, kuning menyebar. Sardono kembali ke luar arena. Di luar arena, perupa Andi Rharha (yang dikenal dengan seni rupa jalanan bermedium lakban) menyiapkan kaleng dan cat.

Beberapa kali Sardono masuk arena dengan langkah sehari-hari, menjadi kontras dengan ketujuh penari yang bergerak lamban intuitif. Lalu biru mendominasi sebuah kanvas. Lalu merah. Ketika matahari semakin condong, suasana lebih adem dan terang cahaya makin berkurang, pemandangan di arena pun berubah, pelan, tak lagi terang-benderang.

Categories
Parenting

Kenapa si Kecil Menangis Bag5

Kekurangan serotonin mencetuskan depresi dan perilaku agresif/ temperamental. Opioid sebagai zat penting menepis rasa takut dan stres, jika jumlahnya berkurang akan memicu perasaan negatif dan destruktif (bersifat destruktif: merusak, memusnahkan). Tak hanya itu, Ma. Saat bayi menangis lama, persarafan otonom di tubuhnya ikut bereaksi dengan banjirnya epinefrin yang mengaktifkan sistem simpatik.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Tubuh bayi menjadi ”garang” (dalam bahasa psikologi kedokteran dikenal istilah ”flight or fi ght”), ditandai dengan peningkatan denyut jantung, tekanan darah, kontraksi otot, laju napas lebih cepat, dan penurunan sampai hilangnya selera makan. Nah, jika hal ini berlangsung berlarut-larut, akan mengundang sejumlah gangguan fisik di kemudian hari, Ma. Semisal, masalah pernapasan, penyakit kardiovaskular, kesulitan tidur, gangguan makan dan pencernaan, serangan panik, kekakuan otot dan sakit kepala, bahkan bisa jadi chronic fatique syndrome (sindrom letih dan lesu kronis) yang menghambat produktivitas anak.

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa bukan tangisannya yang berdampak buruk pada anak, tetapi efek stres yang bertubitubi semasa bayi jika kita sering membiarkannya menangis berkepanjangan. Sebaliknya, kalau kita segera menanggapi tangisan bayi, selain dapat memenuhi keinginan/kebutuhan si kecil, kita pun dapat menciptakan kedekatan emosi atau bonding/ ikatan batin dengan bayi. Manfaatnya tidak hanya mendukung perkembangan mental si kecil, lo, Ma.

Pertumbuhan anak yang dinilai berkala dari kenaikan berat badan dan panjang/tinggi badan juga membutuhkan bonding yang memadai. Banyak kasus gagal tumbuh yang bersumber dari minimnya bonding orangtua dengan anak. Begitu pun performa kognitif atau kecerdasan (IQ) dan perilaku positif (EQ) juga akan terbentuk optimal dengan adanya bonding orangtua dan anak. Di masa depannya, hal ini menentukan kemandirian, kemampuan beradaptasi, kesuk sesan entrepreneurship, dan kesejahteraan sosial-fi nansial. Luar biasa pengaruhnya, ya, Ma! Oleh karena itu, yuk, kenali tangisan si buah hati dan segera tanggapi sesuai dengan kebutuhannya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/